DIODA

Senin, 18 Oktober 2010

DIODA

DIODA
Dioda adalah komponen elektronikayang berfungsi sebagai pembatas arus dan tegangan. Bahan dasarnya adalah silicon dan germanium yang di bungkus kedalam suatu komponendengan dua (2) buah kaki yaitu ANODE dan KATODE.
Ketentuan : P= Bahan Positif
: N= Bahan Negatif
Kaki diode : A= Anode
: K= Katode
Macam-macam dioda
• Dioda “Penyearah setengah gelombang”.
• Dioda “Penyearah gelombang penuh”.
• Dioda “Bridge”.
• Dioda “Zener”-Regulator tegangan tertentu.

Jenis Dioda dan penggunaannya
 Dioda Silikon untuk penyearah arus, pengaman tegangan kejut. IN4001,IN4007,IN5404
 Dioda Zener untuk mengatur tegangan zener 6,2 volt , zener 3,2 volt
 Dioda Bridge untuk penyearah gelombang penuh pada rangkaian catu daya. B40C800, Kiprox pada kendaraan bermotor
 LED (Light Emitting Dioda) sebagai lampu indikator.*konsumsi arus rendah 5mA,long life time (1,5 – 3 V)


A.1 DIODA ZENER




















A.2 DIODA BRIDGE





















A.3 Dioda Penyearah

»» Read More

RESISTOR ( HAMBATAN LISTRIK ) dan SATUANNYA



Resistor yaitu suatu bahan yang melakukan perlawanan jika dialiri oleh arus listrik.

Resistor diberi notasi dengan huruf R yang berasal dari kata Resistance. (perlawanan

Atau to resist = melawan).

Mengenai resistor ini dipelajari oleh George Simon Ohm, yang melakukan penelitian pada kolom air raksa.


Pengertian Satu Ohm


Satu Ohm adalah besarnya perlawanan sebatang air raksa/Kolom air raksa yang penampangnya serbasama (homogen), yang panjangnya 106,3 Cm, dan luas




penampangnya 1 mm2 pada suhu 0 derajat Celsius.

Satuan Resistor/Hambatan Listrik


Satuan utnuk hambatan listrik atau Resistor adalah Ohm ( = omega)

1 Megaohm = 1 M = 1.000 Kiloohm = 1.000 K

1 Kiloohm = 1 K = 1.000 ohm = 1.000

1 Ohm = 1 = 1.000 miliohm = 1.000 m

1 miliohm = 1 = 1.000 mikroohm= 1.000 u


Alat ukur


Ohmmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan listrik / resistansi.


Fungsi Resistor


  1. Mengatur arus listrik ( melawan arus listrik)
  2. Membagi arus listrik
  3. Membagi tegangan listrik
  4. Sebagai elemen pemanas; seperti solder, solder atraktor, heater, setrika listrik, rice cooker, kompor listrik dll.

Jenis Resistor


Ada 5 (lima) macam resistor yang kita kenal

  1. Resistor Karbon
  2. Resistor Kompon
  3. Resistor Kawat Gulung ( Wire Wound )
  4. Resistor Serbuk Besi
  5. Resistor Film Logam ( Metal Film )

Berdasarkan sifat dan kegunaannya resistor :


I. Resistor tetap ( Fixed resistor )


Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak berubah/tetap/tertentu.

Nilai resistor ada yang dinyatakan dengan :

1. Angka, misalnya : 1 Kiloohm, 1,2 ohm, 100 ohm, 100 Kiloohm dst.

2. Dengan kode warna.

Untuk menentukan nilai resistor dengan kode warna kita perlu meningat akronim dari warna-warna yang digunakan pada resistro tersebut seperti:

Hi Co Me Ji Ku Hi Bi U A P E P Non, yaitu singkatan dari Hitam, Coklat, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas, Perak dan

Tidan berwarna/tak berwarna (None = Not any one).

Simbol :


II. Resistor Tidak Tetap (Vaiabel Resistor)


Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak tetap/dapat diatur/dapat .

Diubah-ubah/bervariasi.

Contoh dari Variabel Resistor:

1. Trimmer Potensiometer (Trimpot)

Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya diubah dengan menggunakan obeng.

Simbol :

2. Potensiometer ( Variabel Resistor )

Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/

bervariasi.

Simbol :

Fungsi Variabel Resistor


1. Untuk mengatur Volume, yaitu mengatur keras lunak suara secara

keseluruhan.

2. Untuk mengatur Treble, yaitu mengatur nada-nada tinggi.

3. Untuk mengatur Bass, yaitu mengatur nada-nada rendah.

4. Untuk mengatur Balance, yaitu mengatur suara loudspeaker saluran kiri

maupun saluran kanan agar seimbang.


3. Negative Temperatur Coefficient (NTC)


Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengarugi/berganting

Suhu disekitarnya. Jika suhu semakin naik/besar mengenai NTC, maka nilai

Hambatannya semakin kecil, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatann-

nya semakin besar.

NTC disebut juga dengan nama lain Termister

Simbol :

Fungsi :

1. Sebagai saklar otomatis/elektronik

2. Melindungi komponen elektronika


4.Positive Temperatur Coefficient ( PTC )


Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi /bergantung

Suhu disekitarnya. Jika suhu sekamin nai/besar mengenai PTC, maka nilai

Hambatannya semakin besar, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatan-

Nya semakin besar.

Simbol :

Fungsi :

1. Sebagai saklar otomatis/elektronik

2. Melindungi komponen elektronik.


5.Light Dependent Resistor ( LDR )


Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi/bergantung

cahaya yang jatuh pada LDR tersebut.

Simbol :

Fungsi :

1. Sebagai sensor cahaya pada foto/film

2. Sebagai saklar otomatis/elektronik

»» Read More